GenPI Lampung – Upaya dalam mendorong tumbuhnya perekonomian lokal terus digalakkan baik oleh pemerintah maupun komunitas. Munculnya kegelisahan terhadap pengangguran dan kemiskinan menjadi momok yang akhirnya membuat mereka bergerak menjalankan segala potensi lokalitas yang ada. Dengan mengoptimalkan semaksimal mungkin sumberdaya manusia, alam, sosial dan budaya yang tersedia.
Pada akhirnya, gerakan kolektif membangun Kampung Kreatif muncul sebagai gagasan solutif untuk mendorong produktivitas ekonomi lokal. Hal ini dipilih, mengingat setiap Kampung/Desa/Kelurahan punya potensi yang beragam. Artinya, pembangunan ekonomi yang dilakukan pun harus berangkat dari sumberdaya/potensi yang kuat di daerah tersebut. Jika sumberdaya manusiannya yang kuat, maka potensi masyarakat harus digali untuk menghasilkan gagasan dan produk-produk kreatif. Namun jika sumberdaya alamnya yang lebih kuat, tentu yang dimaksimalkan adalah potensi alam yang ada untuk dijadikan destinasi wisata yang mampu mengakomodir kegiatan ekonomi masyarakat.
Tumbuhnya gerakan Kampung Kreatif bisa dijadikan momentum dalam mendorong penguatan ekonomi dari grassroot. Sehingga pembangunan ekonomi tidak akan lagi terkesan teknokratik atau Top-Down tapi lebih pada mengakomodir potensi lokal yang ada sebagai kekuatan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Semakin konsisten gerakan ini dapat dikerjakan secara kolektif, dampak yang akan diciptakan pun akan semakin luas. Bahkan ia mampu jadi candu bagi kampung-kampung lainnya untuk ikut menggerakkan potensi lokalnya.
Tercipta kampung-kampung kreatif seperti Payungi, Kampung Peng-Angguran, Kampung Buku Metro, Kampung Dolanan dan yang lainnya telah menjadi kekuatan baru bagi gerakan ekonomi di kota ini (Kota Metro). Gerakan ini pun turut melahirkan para local champions baru yang terus tumbuh bergerak bersama masyarakat dalam upayanya menciptakan ekosistem-ekosistem ekonomi kreatif. Sekaligus menjadi bentuk upaya untuk meminggirkan mereka dari ancaman pengagguran dan kemiskinan yang bisa datang kapan saja.
Peluang yang ada di era digitalisasi saat ini juga harus bisa dimanfaatkan secara tepat oleh pemerintah dan masyarakat untuk mendorong branding Kampung Kreatif yang sudah terbentuk. Hadirnya media sosial, informasi yang terbuka dan teknologi tentu menjadi kesempatan bagi mereka untuk membangun interaksi dan jejaring yang luas agar potensi di tingkat bawah bisa digali dan dipromosikan kepada publik, baik di tingkat regional, nasional maupun internasional.
Harapan besar kita adalah tumbuhnya Kampung Kreatif akan mampu diintegrasikan dengan baik, sehingga komunal Kampung Kreatif dapat tercipta. Supaya antar penggerak Kampung Kreatif bisa saling belajar, bersinergi dan membangun kesalingan ekonomi yang terpadu.
Penulis : Mustika Edi Santosa (Sekjend GenPI Lampung)


