Kamis, April 16, 2026
  • FAQ (Pertanyaan Terkait GenPI)
  • Home
  • Kirim Konten
  • Kontak
  • Pengurus GenPI Lampung
  • Redaksi
  • Tentang Blog
  • Tugas dan Peran Pengurus GenPI
  • Login
Genpi Lampung
  • Home
  • Berita
  • Destinasi
  • Ekraf
  • Kuliner
  • Foto
  • Opini
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Genpi Lampung
  • Home
  • Berita
  • Destinasi
  • Ekraf
  • Kuliner
  • Foto
  • Opini
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Genpi Lampung
No Result
View All Result
Home Berita

Mengulik Tradisi Ogoh-ogoh Masyarakat Hindu Bali Jelang Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun 2023

by Redaksi GenPI
18 Maret 2023
in Berita, Daerah, Destinasi, Ekraf, Opini
Reading Time: 2min read
0 0
A A
Mengulik Tradisi Ogoh-ogoh Masyarakat Hindu Bali Jelang Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun 2023
416
VIEWS
Share on WAShare on TelegramShare on Twitter

Lampung – Tradisi Ogoh-Ogoh merupakan salah satu tradisi yang dilaksanakan dalam serangkaian Hari Raya Nyepi bagi umat beragama Hindu. Tradisi ini telah lama ada dan menjadi warisan Nusantara yang tetap dijaga serta dilestarikan oleh masyarakat Hindu di seluruh Indonesia.

Ogoh-ogoh adalah boneka/ patung besar yang menyerupai Bhuta Kala atau raksasa jahat dan biasanya digunakan oleh masuarakat Hindu untuk melakukan pembersihan terhadap desa sebelum hari raya Nyepi. Ogoh-ogoh biasanya dibuat menyeramkan dan besar guna menggambarkan bentuk nyata dari raksasa Bhuta Kala yang dipercaya oleh masyarakat Hindu.

Menurut Widnyani (2012), berdasarkan kajian bentuk dan identifikasi gaya atau ekspresi dari patung Ogoh-ogoh, maka ogoh-ogoh diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu : pertama Ogoh-ogoh Bhuta Kala. Ogoh-ogoh jenis ini paling sesuai dengan prosesi ritual Nyepi karena wujudnya yang menyeramkan dengan posturnya yang besar dan tinggi, matanya nampak mendelik dan terlihat garang persis seperti perwujudan raksasa. Kedua, Ogoh-ogoh Wayang. Ogoh-ogoh ini berbentuk tokoh-tokoh dalam pewayangan seperti Bima (lambang kebenaran dan kekuatan), Krisna (lambang kebijaksanaan) dan ada juga tokoh Rahwana (lambang kejahatan) dan yang ketiga adalah Ogoh-ogoh kontemporer yang sama sekali tidak mempunyai pakem atau aturan yang pasti mengenai bentuknya, yang paling penting adalah pesan yang disampaikan kepada masyarakat. Umumnya mengambil gaya yang eksentrik seperti: koruptor atau tokoh anime. Namun, dari ketiga jenis ogoh-ogoh tersebut yang sering digunakan masyarakat Hindu sampai sekarang untuk perayaan hari raya Nyepi adalah Ogoh-ogoh Bhuta Kala yang dinilai paling sesuai dengan makna upacara ritual Nyepi.

Tradisi pawai/ parade/ arak-arakan ogoh-ogoh biasanya dilaksanakan 1 hari sebelum masyarakat agama Hindu melaksanakan Nyepi. Umat beragama Hindu mempercayai bahwa hal ini dilakukan guna mengusir keburukan, penyakit, atau energi jahat yang ada di lingkungan desa mereka karena besoknya masyarakat akan menjalani Catur Brata Penyepian atau 4 pantangan yang harus dilakukan saat melaksanakan Nyepi.

Ogoh-ogoh diangkat oleh 10-20 orang tergantung pada ukurannya, semakin besar ukuran ogoh-ogoh maka akan semakin banyak yang mengangkatnya. Sebelum diangkat untuk di arak keliling desa biasanya para pengangkat akan diberikan tirta(air) dan bija(beras) yang sudah didoakan terlebih dahulu oleh pemangku (tokoh adat). Hal ini dipercaya sebagai bentuk penyucian diri keamanan bagi mereka karena nantinya mereka akan membawa ogoh-ogoh yang sakral. Kemudian ogoh-ogoh diangkat dan diarak keliling desa diiringi dengan musik gamelan yang sangat khas. Biasanya setiap di persimpangan/ perempatan ogoh-ogoh akan digoyang disertai teriakkan dan suara gamelan yang semakin diperkeras, disinilah biasanya letak keseruan dari acara ini. Ogoh-ogoh yang diarak keliling desa dipercaya akan menyerap energi jahat kedalam dirinya sehingga dipercaya bahwa berat ogoh-ogoh semakin lama akan bertambah yang berarti banyak energi jahat yang masuk kedalam tubuhnya. Ketika di akhir acara, ogoh-ogoh akan dibakar guna memusnahkan energi jahar yang sudah terkumpul di dalamnya. Dengan begitu, desa akan bersih dari energi negatif dan besoknya masyarakat akan dengan damai untuk melaksanakan Nyepi.

Baca juga

Menparekraf RI Sandi Uno Ajak Komunitas Ciptakan Lapangan Kerja

Kades Ponco Rejo : Kita Paham Sekali Dengan Pak Watoni Anggota DPRD Lampung

Watoni Anggota DPRD Lampung adakan Reses : Warga Way Ratai Keluhkan Sistem Zonasi Pada PPDB

Load More

Penulis : Restu Kurniawan (Mahasiswa Universitas Lampung & Tim Magang GenPI Lampung)

SendShareTweet

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Menparekraf RI Sandi Uno Ajak Komunitas Ciptakan Lapangan Kerja
Berita

Menparekraf RI Sandi Uno Ajak Komunitas Ciptakan Lapangan Kerja

by GenPI Lampung
15 September 2023
0

Jawa Tengah – Menparekraf Sandi Uno hadir di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dalam kegiatan Nemuin Komunitas (Netas) pada Kamis (14/09/2023). Dalam...

Read more

Kades Ponco Rejo : Kita Paham Sekali Dengan Pak Watoni Anggota DPRD Lampung

Watoni Anggota DPRD Lampung adakan Reses : Warga Way Ratai Keluhkan Sistem Zonasi Pada PPDB

Reses : Masyarakat Keluhkan Harga Singkong Anjlok Kepada Ketut Rameo Anggota DPRD Lampung

Reses : Hanifah Anggota DPRD Lampung Serap Aspirasi Warga Muslimat NU Negerikaton Pesawaran

POPULER

  • 10 Destinasi Prioritas Kabupaten Lampung Tengah, Apa Saja?

    10 Destinasi Prioritas Kabupaten Lampung Tengah, Apa Saja?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Spot Foto yang Instagramable, Pintu Langit 2, Teluk Betung- Bandar Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menikmati Pesona Wisata Pantai Batu Lapis Yang Unik, Kalianda Lampung Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seruit, Kuliner Santap Bersama Khas Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 15 Tempat Wisata di Kabupaten Lampung Barat Terbaru dan Terhits Dikunjungi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

@genpi_lampung

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to to refresh it.
Facebook Instagram

GENPI

GenPI adalah singkatan dari Generasi Pesona Indonesia, komunitas relawan yang cinta Pariwisata.

Pengurus – Tugas dan Peran – FAQ

 

KATEGORI

Berita – Destinasi – Ekraf – Kuliner – Foto

 

LAMAN

Home – Tentang Blog – Redaksi – Kirim Konten – Kontak

© 2021 Genpilampung.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Destinasi
  • Ekraf
  • Kuliner
  • Foto
  • Opini

© 2021 Genpilampung.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In