Kamis, April 16, 2026
  • FAQ (Pertanyaan Terkait GenPI)
  • Home
  • Kirim Konten
  • Kontak
  • Pengurus GenPI Lampung
  • Redaksi
  • Tentang Blog
  • Tugas dan Peran Pengurus GenPI
  • Login
Genpi Lampung
  • Home
  • Berita
  • Destinasi
  • Ekraf
  • Kuliner
  • Foto
  • Opini
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Genpi Lampung
  • Home
  • Berita
  • Destinasi
  • Ekraf
  • Kuliner
  • Foto
  • Opini
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Genpi Lampung
No Result
View All Result
Home Opini

Kampung Budaya Lampung

by Redaksi GenPI
31 Mei 2021
in Opini
Reading Time: 2min read
0 0
A A
Kampung Budaya Lampung
439
VIEWS
Share on WAShare on TelegramShare on Twitter

GenPI Lampung – Budaya tidak pernah berakhir, selalu ada yang baru. Selalu ada bentuk kesenian yang baru, gerak tari, lagu, lukisan. Budaya adalah kisah tanpa akhir. (Maisie Junardy, Man’s Defender)

Sejak viral taman sakura ala Jepang di Bandar Lampung, kuliner Korea, dan banyak lagi kebudayaan asing yang singgah. Yang terjadi sebaliknya kebudayaan leluhur makin hilang, pertanyannya; Apakah kurikulum sekolah tidak pernah mampu melestarikan kebudayaan leluhur? Apakah kita sebagai bangsa tidak pernah bangga terhadap ribuan warisan kebudayaan Nusantara?

Seno Gumira Ajidarma pernah berpendapat, kehilangan bahasa daerah tidak pernah dianggap kerugian oleh negara karena bahasa seolah dianggap tidak menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi. Padahal bahasa adalah pintu masuk mengenal potensi yang ada pada sebuah suku tertentu. Tentu ini sejalan dengan keresahan hilangnya beberapa bahasa daerah dengan segala tradisi adat istiadat di dalamnya.

Lalu apa yang menarik misal dari Taman Sakura ala Jepang dan kuliner ala-ala Korea. Propaganda film dapat mengubah generasi menjadi tidak kritis dan terbiasa atas apa yang ditonton. Ruang, interior, arsitektur, gaya pakaian, makanan, musik, rambut, dan lainnya akan menjadi belanja konsumsi tinggi. Serangan film Korea tentu cukup ampuh mengubah pola pikir dan gaya hidup generasi. Apakah itu terjadi hari ini? Sejak film Hollywood dan Bollywood ditonton, setiap generasi merasakan dampak yang dihasilkan dari sebuah film.

Sebagai sebuah pengetahuan atau wawasan, film-film asing Ini tidak perlu ditanggapi dengan gerakan anti-antian. Tapi sebagai bangsa yang punya kekayaan budaya, kita patut bertanya kenapa kebudayaan Nusantara tidak kita genggam erat dan terus dikembangkan menjadi satu gerak dinamis dalam kolaborasi aspek pendidikan, sosial, ekonomi dan lainnya.

Baca juga

Amzah Yusuf Aktor Indonesia Berdarah Sumatra, Production Film “SUDUT KOPI”

Mulang Dak FEBI Turut Undang Mahasiswa Berprestasi Universitas Lampung Untuk Berbagi Ilmu Public Speaking

FEBI IAIN Metro Gandeng Lampung Geh, Payungi dan GenPI Lampung Gelar Mulang Dak Febi

Load More

Hadirnya teknologi sangat mendukung promosi budaya lokal agar dapat dinikmati dalam skala yang lebih luas. Menurut Romo Y.B. Mangunwijaya, Penganggapan ada dialektika Teknologi vs. Kebudayaan tidaklah betul. Kedua hal itu bukan tesis-antitesis, karena teknologi pun adalah bagian konstitutif dari kebudayaan. Ataukah di sini kebudayaan seperti salah kaprah ditafsir, diidentikkan dengan kesenian?

Jika orang memakai baju kimono dengan background Jepang, makanan ala Korea, sampai idola laki-laki ala Korea, kita harus akui 2 negara itu hebat dalam branding promosi. Lalu ketika ada rumah adat Lampung tidak menarik dikunjungi, makanan Lampung tidak ada yang resah untuk dikembangkan melalui kolaborasi dengan tempat wisata, juga tarian Lampung hanya serimonial di pemerintah tidak hadir di tempat wisata, nyanyian gitar tunggal tidak dilestarikan, kerajinan lokal makin hilang, pengrajin Tapis makin menyusut, kita khawatir kebudayaan ini sedang tercerabut pelan-pelan dan hanya akan menjadi catatan sejarah.

Dalam 17 Sub-sektor Ekonomi Kreatif semua budaya di Indonesia hampir punya ciri khas tersendiri dari mulai arsitektur rumah adat, desain interior, kuliner, fashion, kriya, tarian, nyanyian, dan segudang potensi yang belum digali kembali lebih jauh atau dikembangkan lebih kreatif di tengah arus modernitas. Jika rumah makan Padang bisa menjamur dimana saja, saya yakin rumah makan nyeruit akan bisa menyebar dimana saja plus dengan tampilan tentang budaya Lampung secara komprehensif.

Kita yakin dengan kolaborasi konsep Pentahelix, Konsep 3A Wisata, Marketing Digital, Pemberdayaan Masyarakat, Social Mapping, Ekonomi Kreatif, semua kekayaan budaya ini akan menjadi kebanggaan bukan hanya masyarakat asli Lampung, tapi kebanggaan semua masyarakat yang tinggal di Lampung. Apa yang berkualitas selalu akan dicari, makanan yang lezat diujung manapun pasti akan diburu. Keindahan dimana saja, yang memberi kepuasan akan dikunjungi oleh banyak orang. Mari Kolabor_aksi.

Penulis : Dharma Setyawan (DRD Lampung Tengah & Pembina GenPI Lampung)

SendShareTweet

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Menparekraf RI Sandi Uno Ajak Komunitas Ciptakan Lapangan Kerja
Berita

Menparekraf RI Sandi Uno Ajak Komunitas Ciptakan Lapangan Kerja

by GenPI Lampung
15 September 2023
0

Jawa Tengah – Menparekraf Sandi Uno hadir di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dalam kegiatan Nemuin Komunitas (Netas) pada Kamis (14/09/2023). Dalam...

Read more

Kades Ponco Rejo : Kita Paham Sekali Dengan Pak Watoni Anggota DPRD Lampung

Watoni Anggota DPRD Lampung adakan Reses : Warga Way Ratai Keluhkan Sistem Zonasi Pada PPDB

Reses : Masyarakat Keluhkan Harga Singkong Anjlok Kepada Ketut Rameo Anggota DPRD Lampung

Reses : Hanifah Anggota DPRD Lampung Serap Aspirasi Warga Muslimat NU Negerikaton Pesawaran

POPULER

  • 10 Destinasi Prioritas Kabupaten Lampung Tengah, Apa Saja?

    10 Destinasi Prioritas Kabupaten Lampung Tengah, Apa Saja?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Spot Foto yang Instagramable, Pintu Langit 2, Teluk Betung- Bandar Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menikmati Pesona Wisata Pantai Batu Lapis Yang Unik, Kalianda Lampung Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seruit, Kuliner Santap Bersama Khas Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 15 Tempat Wisata di Kabupaten Lampung Barat Terbaru dan Terhits Dikunjungi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

@genpi_lampung

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to to refresh it.
Facebook Instagram

GENPI

GenPI adalah singkatan dari Generasi Pesona Indonesia, komunitas relawan yang cinta Pariwisata.

Pengurus – Tugas dan Peran – FAQ

 

KATEGORI

Berita – Destinasi – Ekraf – Kuliner – Foto

 

LAMAN

Home – Tentang Blog – Redaksi – Kirim Konten – Kontak

© 2021 Genpilampung.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Destinasi
  • Ekraf
  • Kuliner
  • Foto
  • Opini

© 2021 Genpilampung.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In