Kamis, April 16, 2026
  • FAQ (Pertanyaan Terkait GenPI)
  • Home
  • Kirim Konten
  • Kontak
  • Pengurus GenPI Lampung
  • Redaksi
  • Tentang Blog
  • Tugas dan Peran Pengurus GenPI
  • Login
Genpi Lampung
  • Home
  • Berita
  • Destinasi
  • Ekraf
  • Kuliner
  • Foto
  • Opini
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Genpi Lampung
  • Home
  • Berita
  • Destinasi
  • Ekraf
  • Kuliner
  • Foto
  • Opini
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Genpi Lampung
No Result
View All Result
Home Opini

Pemulihan Sektor Pariwisata

by Redaksi GenPI
31 Mei 2021
in Opini
Reading Time: 3min read
0 0
A A
Pemulihan Sektor Pariwisata
31
VIEWS
Share on WAShare on TelegramShare on Twitter

GenPI Lampung – Sektor Pariwisata pada tahun 2019 sempat menjadi salah satu sektor andalan bagi pemasukan negara. Tercatat, pada tahun 2019, sektor ini berkontribusi pada PDB (Produk Domestik Bruto) sebesar 4,7 persen dan mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi 14,96 juta tenaga kerja. Selain itu, di tahun yang sama juga terdapat 16 juta wisman datang ke Indonesia untuk menikmati berbagai destinasi wisata. Hal ini sangat kontras dengan keadaan saat ini, di mana sektor pariwisata mengalami kemerosotan prestasi akibat Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak awal tahun 2020.

Kamar Dagang Indonesia (Kadin) mencatat, hingga akhir tahun 2020, total kerugian sektor pariwisata selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mencapai 10 Triliun. Hal tersebut mengakibatkan kontraksi yang cukup signifikan pada PDB nasional dikuartal kedua dan ketiga tahun 2020. Sedangkan, menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno terdapat 30 juta lapangan pekerjaan di sektor Parekraf terdampak COVID-19. Kemudian dari sisi kunjungan wisman, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020 hanya ada 4,02 wisman yang berkunjung ke Indonesia, turun hingga 75,03 persen dari tahun sebelumnya.

Anjloknya pertumbuhan sektor pariwisata akibat Pandemi COVID-19 sangat memukul perekonomian nasional. Terutama daerah yang menjadikan sektor ini sebagai penyokong utama ekonomi masyarakatnya, seperti Bali. Pemerintah di bawah koordinasi Kemenparekraf sejauh ini telah menyiapkan 5 (lima) Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan mendorong pengembangan 5 (lima) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata untuk menggeliatkan kembali minat wisatawan untuk mengunjungi daerah wisata, serta memberikan stimulus pada sektor ini sebesar 3,3 Triliun, mendorong tumbuhnya Desa Wisata dan akan memberlakukan kebijakan Work From Bali (WFB) sebagai upaya pemulihan ekonomi Bali. Selain itu juga, untuk menekan penyebaran COVID-19, diberlakukan standar CHSE yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan) bagi setiap destinasi wisata. Meskipun demikian, kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah belum mampu mengembalikan kondisi sektor pariwisata seperti sebelumnya.

Pemulihan sektor pariwisata tentu menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun pelaku di dalamnya. Kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah juga perlu didukung oleh masyarakat agar kebijakan tersebut dapat direalisasikan dengan baik. Sikap masyarakat — lokal dan mancanegara — dalam mematuhi protokol kesehatan selama berwisata, menjadi salah satu kunci kesuksesan dari pemulihan sektor pariwisata. Pasalnya, jika angka kasus COVID-19 terus naik, maka upaya penumbuh sektor ini akan mengalami kesulitan, karena penutupan akses para turis akan tetap diberlakukan dan kebijakan penutupan destinasi wisata kembali diberlakukan.

Disamping hadirnya kepatuhan masyarakat, pemulihan sektor pariwisata juga diimbangi dengan upaya-upaya strategis dari pelakunya. Hal tersebut dapat direalisasikan dengan menyuguhkan destinasi wisata yang ‘apik’, di mana mampu memberikan value lebih bagi wisatawan. Menurut Scott, Cooper, & Baggio, dalam risetnya bertajuk “Destination Networks” (2008) memaparkan bahwa terdapat empat unsur penting dalam pengembangan destinasi wisata, yaitu attaraction, accessbilities, amenity, dan ancillary sevices. Empat unsur ini dalam dunia pariwisata kemudian dikenal dengan istilah 4A — Attaraction (atraksi), Accessbilities (akses), Amenity (amenitas), dan Ancillary services (pelayanan tambahan).

Baca juga

Amzah Yusuf Aktor Indonesia Berdarah Sumatra, Production Film “SUDUT KOPI”

Mulang Dak FEBI Turut Undang Mahasiswa Berprestasi Universitas Lampung Untuk Berbagi Ilmu Public Speaking

FEBI IAIN Metro Gandeng Lampung Geh, Payungi dan GenPI Lampung Gelar Mulang Dak Febi

Load More

Pertama, adalah atraksi. Atraksi merupakan hal-hal yang ditampilkan di dalam sebuah destinasi wisata. Semakin menarik atraksi yang disuguhkan, akan berdampak pada daya tarik wisatawan terhadap destinasi wisata yang ditawarkan. Dalam dunia pariwisata, atraksi ini dapat berupa kuliner, pemandangan alam, benda-benda bersejarah, kesenian dan ruang-ruang kreatif.

Kedua, akses. Akses merupakan salah satu fasilitas vital bagi wisatawan untuk sampai ke lokasi destinasi wisata. Selain infrastruktur jalan yang baik, rute, petunjuk arah, jarak tempuh dan akomodasi juga menjadi hal penting dalam memenuhi ketersediaan akses bagi sebuah destinasi wisata. Untuk membangun akses wisata yang memadai, adanya dukungan dari pemerintah dan para stakeholders seperti biro perjalanan sangatlah penting. Mengingat, penyediaan akses membutuhkan dana yang cukup besar serta integrasi dan koneksi yang baik dengan para pelaku wisata.

Ketiga, hal yang perlu disediakan bagi sebuah destinasi adalah amenitas. Amenitas merupakan fasilitas di luar akomodasi. Amenitas ini mencakup toilet umum bagi wisatawan, terdapatnyatempat ibadah, tersedianya tempat parkir dan tempat kuliner. Hadirnya amenitas yang lengkap dengan fasilitas yang aman, nyaman dan bersih akan menjadi tolak ukur kepuasan bagi para wisatawan. Oleh sebab itu, amenitas harus mendapatkan perhatian dan sentuhan khusus oleh pengelola wisata.

Keempat, yaitu pelayanan tambahan. Pelayanan tambahan ini merupakan aspek terakhir dari pengembangan destinasi wisata. Hadirnya pelayanan bintang lima sangat berdampak pada kenyamanan wisatawan saat berkunjung. Pelayanan tambahan ini meliputi, petugas keamanan yang berjaga, terdapatnya pos keamanan serta pusat informasi wisata pagi wisatawan.

Upaya pemulihan sektor wisata merupakan agenda bersama yang harus digerakkan secara gotong royong antara pemerintah, masyarakat dan para pelaku wisata. Semuanya harus saling bersinergi dengan baik dan berpartisipasi sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Sehingga, sektor pariwisata dapat bangkit di tengah Pandemi COVID-19 dan mampu mendorong tumbuhnya perekonomian nasional.

Penulis : Mustika Edi Santosa (Seketaris GenPI Lampung)

SendShareTweet

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Menparekraf RI Sandi Uno Ajak Komunitas Ciptakan Lapangan Kerja
Berita

Menparekraf RI Sandi Uno Ajak Komunitas Ciptakan Lapangan Kerja

by GenPI Lampung
15 September 2023
0

Jawa Tengah – Menparekraf Sandi Uno hadir di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dalam kegiatan Nemuin Komunitas (Netas) pada Kamis (14/09/2023). Dalam...

Read more

Kades Ponco Rejo : Kita Paham Sekali Dengan Pak Watoni Anggota DPRD Lampung

Watoni Anggota DPRD Lampung adakan Reses : Warga Way Ratai Keluhkan Sistem Zonasi Pada PPDB

Reses : Masyarakat Keluhkan Harga Singkong Anjlok Kepada Ketut Rameo Anggota DPRD Lampung

Reses : Hanifah Anggota DPRD Lampung Serap Aspirasi Warga Muslimat NU Negerikaton Pesawaran

POPULER

  • 10 Destinasi Prioritas Kabupaten Lampung Tengah, Apa Saja?

    10 Destinasi Prioritas Kabupaten Lampung Tengah, Apa Saja?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Spot Foto yang Instagramable, Pintu Langit 2, Teluk Betung- Bandar Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menikmati Pesona Wisata Pantai Batu Lapis Yang Unik, Kalianda Lampung Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seruit, Kuliner Santap Bersama Khas Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 15 Tempat Wisata di Kabupaten Lampung Barat Terbaru dan Terhits Dikunjungi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

@genpi_lampung

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to to refresh it.
Facebook Instagram

GENPI

GenPI adalah singkatan dari Generasi Pesona Indonesia, komunitas relawan yang cinta Pariwisata.

Pengurus – Tugas dan Peran – FAQ

 

KATEGORI

Berita – Destinasi – Ekraf – Kuliner – Foto

 

LAMAN

Home – Tentang Blog – Redaksi – Kirim Konten – Kontak

© 2021 Genpilampung.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Destinasi
  • Ekraf
  • Kuliner
  • Foto
  • Opini

© 2021 Genpilampung.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In