Kota Metro – Untuk memberi gambaran dan membuka mindset pengerak wisata yang ada du terbanggi Besar, Kelompok masyarakat sadar wisata (POKDARWIS), Study Banding Ke Payungi. Rombongan berangkat pukul 7.30 Dari kampung Terbanggi Besar, menuju Payungi, Minggu (30/5/2021).
Peserta yang turut hadir, ibu-ibu penggerak wisata, tokoh adat, tokoh pemuda, dan pemuda milenial Terbanggi Besar serta kepala dinas pariwisata Lampung Tengah dan staff.
Sesampainya di payungi disambut oleh para kader payungi, Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lampung, Abdul Rohman Wahid, master payungi “Dharma”, langsung melihat stand jualan dan mendengarkan pemaparan terkait bagaimana bagaimana membuka stand dan pariwisata yang baik.
Dalam pemaparanya ‘Dharma’, memberikan pesan yang utama adalah agar niat ingin berubah, dan niat dahulu yang terpenting.
“Untuk mengerakan Wisata yang ada di Terbanggi Besar, adalah kunci utamanya yaitu mau dan ada niat merubah. Bagaimana orang mau datang dan ada keinginan lebih baik, selanjutnya baru pikirkan cara dan mendesain agar apa yang kita jual menarik dan laku,” ungkap Dharma.
“Kegiatan akan dihadapkan pada pro dan kontra masyarakat, namun dengan adanya aksi bagaimana kita dapat meyakinkan bahwa kita bisa berbuat, dan gunakan medsos untuk melakukan gerakan, dan perlu tokoh intelektual dalam keterlibatan kegiatan, sehingga dalam membuat kegiatan mampu mendesain obyek menarik antusias serta di publikasi melalui medsos, endingnya masyarakat timbul keyakinan dan tumbuh wisata di Terbanggi Besar”, tambahnya.
Memang untuk memulai akan di hadapkan suatu persoalan yaitu keragu-raguan, seperti awal payungi berdiri.
Modal didapat dari meminjam kas dana masjid. selain itu bagaimana cara antisipasi bagi pedagang dalam mensikapi dagangan agar tidak kapok, seandainya penjual pada awal jualanya belum lancar. (Red/Wahyudi)


