GenPI Lampung – Geliat pasar kreatif semakin masif sejak Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) didirikan tahun 2018. Gerakan dan kesuksesan Payungi sejauh ini telah menginspirasi gerakan serupa di berbagai kabupaten di Lampung. Setidaknya ada sekitar 14 pasar kreatif yang tersebar di 5 kabupaten/kota di Lampung yang menjadi wadah bagi pemberdayaan ekonomi warga. Tentu ini prestasi yang membanggakan melihat dampaknya bagi perekonomian warga lokal, di mana mereka selain memiliki kesempatan untuk meningkatkan pendapatan mereka, mereka juga dapat saling berbagi dengan sesama — fakir, miskin, yatim, pintu dll.
Saya melihat bahwa pemberdayaan seperti yang dilakukan oleh Payungi cukup efektif dalam mendorong tumbuhnya semangat warga untuk mandiri secara ekonomi. Muatan kegiatan di dalam pemberdayaan seperti gotong royong, kolaborasi, toleransi dan inovasi membuat warga semakin optimis bahwa mereka mampu untuk meningkatkan perekonomiannya melalui gerakan kolektif. Hal inilah yang kemudian direplikasi oleh pasar-pasar kreatif lainnya salah satunya oleh Pak Kobar (Pasar Rakyat Kota Baru) di Bandar Lampung.
Pak Kobar merupakan salah satu pasar kreatif yang banyak belajar dari pengalaman pemberdayaan di Payungi. Diinisiasi oleh Fajar dan anak-anak muda setempat, Pak Kobar lahir sebagai pasar kreatif di tengah kota metropolitan yang mampu menjadi wadah bagi berdaya 30 pedagang. Sejauh ini Pak Kobar telah menggelar tiga kali gelaran dengan omset berturut-turut yaitu 14 juta, 18 juta dan 13 juta. Dengan melihat omset tersebut tentu kita dapat mengetahui bahwa Pak Kobar mampu memberikan peluang ekonomi bagi warga setempat.
Semangat anak-anak muda, seperti yang dilakukan oleh Fajar dkk di Pak Kobar perlu ditularkan di daerah lain. Supaya, pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh Payungi, Pak Kobar dan pasar-pasar kreatif lainnya dapat ditularkan. Hal paling penting adalah, pemberdayaan ini bisa saling menyapa, mengoreksi yang masih kurang, menumbuhkan yang masih stagnan dan membangkitkan kembali yang redup. Sehingga pemberdayaan yang dilakukan dapat memberikan dapak luas (impactfull) bagi ekonomi masyarakat.
Kita harus terus bergerak bersama, membangun konsistensi dan inovasi dalam pemberdayaan pasar kreatif. Tentu masih banyak ide-ide kreatif dan trobosan gerakan yang bisa dimunculkan untuk pengembangan ke depan. Supaya pasar-pasar kreatif ini dapat terus memberikan nyala bagi keberlanjutan ekonomi warga.
Penulis : Mustika Edi Santosa (Sekjend GenPI Lampung)


