Kamis, April 16, 2026
  • FAQ (Pertanyaan Terkait GenPI)
  • Home
  • Kirim Konten
  • Kontak
  • Pengurus GenPI Lampung
  • Redaksi
  • Tentang Blog
  • Tugas dan Peran Pengurus GenPI
  • Login
Genpi Lampung
  • Home
  • Berita
  • Destinasi
  • Ekraf
  • Kuliner
  • Foto
  • Opini
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Genpi Lampung
  • Home
  • Berita
  • Destinasi
  • Ekraf
  • Kuliner
  • Foto
  • Opini
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Genpi Lampung
No Result
View All Result
Home Opini

Pemberdayaan Desa Wisata

by Redaksi GenPI
31 Mei 2021
in Opini
Reading Time: 2min read
0 0
A A
Pemberdayaan Desa Wisata
30
VIEWS
Share on WAShare on TelegramShare on Twitter

GenPI Lampung – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Kemenparekraf akan melakukan pengembangan pada desa-desa wisata tersebut agar pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal bisa ditingkatkan. Hal ini juga menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, pelestarian lingkungan dan budaya serta usaha untuk menekan angka urbanisasi.

Menurut Hadiwijoyo dalam bukunya “Perencanaan Pariwisata Perdesaan Berbasis Masyarakat: Sebuah Pendekatan Konsep” (2012), desa wisata adalah suatu kawasan pedesaan dengan keseluruhan suasana yang asli dan khas baik dari kehidupan sosial-ekonomi, sosial-budaya, adat istiadat, keseharian, memiliki arsitektur bangunan dan struktur tata ruang desa yang khas, kegiatan perekonomian yang menarik, serta memiliki potensi yang dapat dikembangkan, misalnya atraksi, akomodasi, makanan dan minuman serta kebutuhan wisata lainnya. Desa wisata hadir sebagai destinasi yang unik, dengan karakteristik kebudayaan dan kehidupan sosial yang tumbuh dalam lingkungan desa. Beberapa desa wisata di Indonesia di antaranya desa wisata Panglipuran di Bali, desa wisata Lerep di Semarang, desa wisata Sade di Lombok Tengah, desa wisata Osing Kemiren di Banyuwangi dan desa wisata Liang Ndara di NTT.

Pembangunan desa wisata, pada dasarnya berangkat dari potensi kebudayaan lokal yang kemudian dikemas menjadi atraksi wisata. Potensi budaya inilah selanjutnya menjadi aset penting bagi pengembangan sektor wisata, terutama dalam mendorong lahirnya desa-desa wisata. Disamping terdapat masyarakat yang sadar dengan potensi desanya. Sebagai local wisdom, kebudayaan yang tumbuh di desa harus dilestarikan dengan baik, agar bisa dinikmati oleh masyarakat luas dan para generasi ke depan.

Upaya pemerintah mendorong desa wisata menjadi desa wisata mandiri merupakan salah satu bentuk usaha menjaga kelestarian kebudayaan lokal pada setiap desa. Oleh karena itu, untuk menghadirkan desa wisata mandiri harus ada sinergitas atau kolaborasi bersama antara pemerintah dan masyarakat. Sejauh ini, Kemenparekraf telah menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dan Asidewi (Asosiasi Desa Wisata) untuk merealisasikan 244 desa wisata mandiri.

Lebih lanjut, Menteri Parekraf Sandiaga Uno menjelaskan desa wisata mandiri adalah desa wisata yang penduduknya mampu berinovasi dalam pengembangan potensi desa menjadi unit kewirausahaan mandiri. Terdapat empat aspek penting yang harus dimiliki oleh desa wisata mandiri, yaitu tata kelola desa yang baik, tumbuhnya ekonomi lokal, terdapat budaya lokal yang terus dilestarikan dan pelestarian lingkungan. Aspek-aspek inilah yang harus dibangun bersama dengan melibatkan kementerian lain dan masyarakat, terutama mereka yang terlibat dalam pengembangan pariwisata. Sehingga, program desa wisata mandiri ini akan menjadi destinasi wisata yang mampu memberdayakan masyarakat desa secara luas.

Baca juga

Amzah Yusuf Aktor Indonesia Berdarah Sumatra, Production Film “SUDUT KOPI”

Mulang Dak FEBI Turut Undang Mahasiswa Berprestasi Universitas Lampung Untuk Berbagi Ilmu Public Speaking

FEBI IAIN Metro Gandeng Lampung Geh, Payungi dan GenPI Lampung Gelar Mulang Dak Febi

Load More

Sulistiyani dalam karyanya “Kemitraan dan Modul-Modul Pemberdayaan” (2004) menyatakan bahwa pemberdayaan masyarakat terdiri dari tiga tahap penting. Pertama, tahap penyadaran dan pembentukan perilaku menuju perilaku sadar dan peduli sehingga merasa membutuhkan peningkatan kapasitas diri. Kedua, tahap transformasi kemampuan berupa wawasan pengetahuan dan kecakapan keterampilan. Ketiga, yaitu tahap peningkatan kemampuan intelektual dan kecakapan-keterampilan sehingga terbentuklah inisiatif dan kemampuan inovatif untuk mengantarkan pada kemandirian. Keterlibatan masyarakat desa dalam pembangunan desa wisata mandiri menjadi hal yang urgent, mengingat merekalah yang akan mendapatkan dampak secara langsung. Selain itu, upaya-upaya pengembangan selanjutnya juga akan menjadi tanggung jawab mereka.

Dalam pemberdayaan desa wisata peran aktif masyarakat desa menjadi kunci keberhasilan. Sebagai motor penggerak utama, mereka harus terus didorong untuk meningkatkan pengetahuan, inovasi dan gerakan. Supaya, hadirnya lebel desa wisata dapat benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Penulis : Mustika Edi Santosa (Seketaris GenPI Lampung)

SendShareTweet

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Menparekraf RI Sandi Uno Ajak Komunitas Ciptakan Lapangan Kerja
Berita

Menparekraf RI Sandi Uno Ajak Komunitas Ciptakan Lapangan Kerja

by GenPI Lampung
15 September 2023
0

Jawa Tengah – Menparekraf Sandi Uno hadir di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dalam kegiatan Nemuin Komunitas (Netas) pada Kamis (14/09/2023). Dalam...

Read more

Kades Ponco Rejo : Kita Paham Sekali Dengan Pak Watoni Anggota DPRD Lampung

Watoni Anggota DPRD Lampung adakan Reses : Warga Way Ratai Keluhkan Sistem Zonasi Pada PPDB

Reses : Masyarakat Keluhkan Harga Singkong Anjlok Kepada Ketut Rameo Anggota DPRD Lampung

Reses : Hanifah Anggota DPRD Lampung Serap Aspirasi Warga Muslimat NU Negerikaton Pesawaran

POPULER

  • 10 Destinasi Prioritas Kabupaten Lampung Tengah, Apa Saja?

    10 Destinasi Prioritas Kabupaten Lampung Tengah, Apa Saja?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Spot Foto yang Instagramable, Pintu Langit 2, Teluk Betung- Bandar Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menikmati Pesona Wisata Pantai Batu Lapis Yang Unik, Kalianda Lampung Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seruit, Kuliner Santap Bersama Khas Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 15 Tempat Wisata di Kabupaten Lampung Barat Terbaru dan Terhits Dikunjungi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

@genpi_lampung

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to to refresh it.
Facebook Instagram

GENPI

GenPI adalah singkatan dari Generasi Pesona Indonesia, komunitas relawan yang cinta Pariwisata.

Pengurus – Tugas dan Peran – FAQ

 

KATEGORI

Berita – Destinasi – Ekraf – Kuliner – Foto

 

LAMAN

Home – Tentang Blog – Redaksi – Kirim Konten – Kontak

© 2021 Genpilampung.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Destinasi
  • Ekraf
  • Kuliner
  • Foto
  • Opini

© 2021 Genpilampung.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In