GenPI Lampung – Apa sebenarnya yang bisa kita petik dari pengembangan model wisata agro? Model wisata agro atau agrowisata tentu bukan hanya menyuguhkan wisata haha hihi, agrowisata lebih bernilai dari sekadar itu. Kenapa? Karena Saya beranggapan bahwa Agrowisata dapat ditangkap sebagai wisata edukasi, yang membekali setiap pengunjung dengan berbagai wawasan dan pengetahuan sebelum akhirnya keluar dari lokasi agrowisata tersebut.
Pertanian, perkebunan dan peternakan merupakan atraksi yang pasti pengunjung jumpai saat memasuki area agrowisata. Bukan hanya berniat untuk memperlihatkan dan menebarkan hawa sejuk dan dinginnya saja, lebih dari itu, penggagas agrowisata sebenarnya harus bertujuan untuk berbagi pengetahuan melalui atraksi yang disuguhkan di dalam nya.
Banyak pesan-pesan edukatif yang sebenarnya harus disampaikan penggagas agrowisata kepada pengunjung. Terutama berkaitan dengan managemen pertanian, perkebunan dan peternakan dari mulai hulu sampai ke hilir.
Hari ini (Sabtu, 22 Mei 2021) pengurus GenPI Provinsi Lampung berkesempatan untuk mengelilingi perkebunan jeruk dan alpukat yang berlokasi di Bojong, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung.
Di atas tanah seluas lebih dari 30 Hektare ini, rencananya GenPI dan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung akan membangun sebuah tempat yang akan dijadikan sebagai lokasi agrowisata. Setelah kami sempatkan waktu berkeliling hingga ke sudut-sudut lokasi, ternyata banyak potensi alam yang apabila dirawat dengan baik, akan memunculkan sebuah nilai estetika tinggi. Apalagi, didukung dengan tanaman jeruk dan alpukat yang ada.
Jika boleh saya melihat lebih jauh tentang konsep agrowisata di lokasi ini, maka saya lebih tertarik membuat lokasi agrowisata degan konsep yang sederhananya saya sebut “By and To” dimana konsep agrowisata yang didalamnya menyajikan berbagai produk kuliner kreatif yang bahannya dihasilkan dari lokasi tersebut dan hanya bisa dinikmati oleh pelanggan yang berkunjung ke agrowisata tersebut.
Dengan begitu, pengunjung bisa benar-benar menikmati hidangan kuliner yang diketahui secara pasti dari mana asal bahan dasar makanan yang dikonsumsinya. Lebih menarik, apabila agrowisata dikelola secara organik, tentu lebih terasa nilai-nilai edukasinya.
Lebah trigona, perkebunan jeruk dan alpukat, nilai-nilai seni dan budaya, nilai-nilai edukasi, kuliner-kuliner kreatif, minelinal space dan masih banyak lagi yang bisa dikembangkan di area agrowisata ini.
Penulis : Wepo (Bendahara Umum GenPI Lampung)


