GenPI Lampung – Partisipasi pemberdayaan masyarakat merupakan proses di mana seluruh pihak masyarakat dapat membentuk dan terlibat dalam seluruh inisiatif pembangunan.
Dalam buku Pemberdayaan Masyarakat (2010) karya Sawa Suryana, partisipasi pemberdayaan masyarakat adalah suatu keterlibatan masyarakat di semua tahapan proses perkembangan yang ada di dalam suatu kelompok masyarakat.
Pemberdayaan masyarakat, secara penuh dapat dilakukan di atas sebagai proses yang membangun manusia atau masyarakat melalui pengembangan kemampuan, perubahan masyarakat, dan pengorganisasian masyarakat. Dari resolusi tersebut terlihat ada 3 tujuan utama dalam pemberdayaan masyarakat, yaitu mengembangkan kemampuan masyarakat, mengubah masyarakat, dan mengorganisir diri masyarakat.
Kemampuan masyarakat yang dapat meningkatkan banyak kebutuhan, kemampuan untuk mencari informasi, kemampuan untuk mendukung kegiatan, kemampuan dalam bergerak dan masih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan atau kebutuhan yang didukung oleh masyarakat.
Mengapa pemberdayaan masyarakat Itu perlu dikembangkan? Karena konsep pemberdayaan itu bisa dimulai dari kesadaran ketika orang sudah mulai mempertanyakan makna kesadaran dalam pembangunan. Di Kota Metro tepatnya di Kelurahan Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi), ini sudah melakukan kesadaran dalam pembangunan sehigga tergerakan untuk melakukan pemberdayaan.
Dimana masyarakat Payungi terus melakukan kegiatan untuk bergotong-royong agar masyarakat terus andil dalam pengembangan tempat wisata kuliner yang dibangun oleh masyarakat dengan bergadeng tangan para anak muda dan dibantu oleh Dosen IAIN Metro yaitu Bapak Dharma Setyawan dan Pegawai Kementerian Agama Lampung Timur Pak Tsauban yang terus melakukan kegiatan bersama masyarakat dalam membangkitkan ekonomi kreatif di tengah pandemic Covid-19, walau Gerakan Payungi sudah dilakukan selama 2 Tahun Lebih masyarakat terus bergerak dan kreatif dalam membangun tempat wista kuliernya.
Nah disinilah? nilai kesadaran masyarakat terus muncul, kenapa bisa begitu karna Pak Tsauban dan Kak Dharma Setyawan terus melakukan pendekatan kepada masyarakat sehingga masyarakat terus terlatih dan kompak dalam melakukan kegiatan yang di agendakan oleh Payungi karna masyarakatnya sudah merasa memiliki. Maka disitulah arti dari pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan nilai karakter sudah satu frekuensi dan mudah digerakan karna menemani masyarakat itu tak mudah dan harus sabar dan ngalah ini yang terus dilakukan oleh Bapak Tsauban selaku Ketua Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi).
Penulis : Abdul Rohman Wahid (Ketua Umum GenPI Lampung)


