GenPI Lampung – Pendidikan adalah kebutuhan pokok bagi jiwa spiritual manusia. Hakikatnya, pendidikan itu harus bisa memberikan transformasi terhadap keadaan spiritual manusia, sehingga manusia mampu memiliki kecerdasan spiritual yang baik.
Pendidikan tentu bukan hanya terjadi di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas ataupun Perguruan Tinggi. Namun pendidikan itu terjadi di setiap detik hidup manusia. Segala macam peristiwa yang bisa memberikan pengalaman, pengetahuan, pembelajaran dan keterampilan, itulah hakikat dari pendidikan. Karena pada dasarnya, yang memberikan pendidikan bagi manusia itu bukanlah hanya lembaga pendidikan, melainkan kehidupan sosial masyarakat itu sendiri.
Maka cukup relevan jika dikatakan bahwa orang tua adalah guru yang paling baik bagi anak-anaknya. Hal itu dimarenakan hanya orang tua yang mampu secara intensif memberikan pengalaman-pengalaman baru bagi anak-anaknya yang dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan kecerdasan spiritualnya.
Umumnya, yang berkembang di masyarakat, menganggap sebutan”Orang Berpendidikan” itu adalah julukan bagi mereka-mereka yang sudah menempuh pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan formal seperti perguruan tinggi dan memiliki gelar sarjana, magister atau bahkan Doktor dan Profesor. Padahal, orang berpendidikan adalah orang yang memiliki kecerdasar spiritual yang baik, bukan sekadar memiliki gela-gelar tertentu.
Kecerdasan Spiritual, ditandai dengan memiliki kepekaan terhadap kehidupan masyarakat sekitar, baik dari segi agama, budaya maupun ekonomi. Pendidikan hakikatnya bermanfaat untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama, memiliki keinginan untuk membangun lingkungan baik dari aspek budaya, agama ataupun ekonomi dan memiliki kemauan untuk melakukan transformasi pengetahuan kepada masyarakat luas.
Orang Berpendidikan bukan sekadar ditandai dengan ijazah dan gelar, melainkan ditandai dengan kepekaan terhadap situasi dan kondisi masyarakat danlingkungan sekitar. Setiap orang bisa saja mengikuti proses belajar mengajar di lembaga pendidikan, tapi tidak semua orang dapat menerima dan melakukan transformasi pengetahuan. Maka yang mahal dari pendidikan bukanlah gedungnya, bukan bukunya, bukan ruang kelasnya, namun yang mahal dari pendidikan itu adalah transformasi pengetahuannya, yang memberikan rasa kepekaan, kepedulian dan kesadaran.
Belum lama ini telah diperhati hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2022. Maka diharapkan lembaga pendidikan benar-benar bisa menjadi tempat transformasi pengetahaun, mampu memberikan perubahan yang lebih baik terhadap kecerdasan spiritualnya, bukan hanya kecerdasan akademisnya
Penulis : Abdul Rohman Wahid (Ketua GenPI Lampung)


