GenPI Lampung – Payungi University dan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Provinsi Lampung menggelar kegiatan Halaqah Ekonomi Kreatif yang diikuti oleh para penggerak ekonomi kreatif (ekraf) di Lampung. Kegiatan ini diadakan selama dua hari satu malam, 10-11 April 2021 di Co-Working Space Payungi University.
Dalam kegiatan Halaqah Ekonomi Kreatif ini, terdapat 7 materi pokok terkait ekonomi kreatif yang disampaikan oleh Direktur Payungi University Dharma Setyawan, Ahmad Tsauban Ketua Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi), Ketua Umum GenPI Lampung Abdul Rohman Wahid, Seketaris GenPI Lampung Mustika Edi Santoso. Tujuh materi tersebut terdiri dari Gotong Royong dan Ekonomi Kreatif, Penggerak dan Kolaborasi, 17 Sub Sektor Ekonomi Kreatif, Ruang Kreatif, Manajemen SDM Kreatif, Pentahelix, serta Bisnis Komunitas yang ditransfer secara intensif kepada para peserta.
Selain mendapatkan materi, para peserta juga diajak untuk melihat pemberdayaan ekonomi kreatif di Payungi. Mulai dari pemberdayaan pasar kreatif, pesantren wirausaha, kampung kopi payungi, Women and Environment Studies (WES), gotong royong warga dan kampung bahasa payungi. Hal ini dilakukan agar mereka memiliki gambaran secara nyata gerakan ekonomi kreatif (ekraf) yang bisa diaplikasikan dan dikembangkan di tempat tinggal mereka masing-masing.
Disamping itu, selama 2 hari 1 malam para peserta diajak untuk memetakan potensi yang ada di desa mereka. Sehingga setalah mereka mengikuti kegiatan ini dapat langsung bergerak dan mengembangkan potensi ekraf di desanya masing-masing. Setidaknya ada 17 sub sektor ekraf yang dapat mereka kembangkan dan manfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Kegiatan Halaqah Ekonomi Kreatif yang diadakan oleh Payungi University merupakan salah satu bentuk ikhtiar dari para penggerak Payungi untuk berbagi pengalaman dan perspektif pemberdayaan ekonomi kreatif kepada para penggerak lainnya yang ada di Lampung. Harapannya, ke depan para penggerak yang mengikuti kegiatan ini bisa terus mengembangkan 17 sub sektor ekraf yang ada untuk dijadikan modal dalam meningkatkan ekonomi masyarakat lokal. Dengan terus menumbuhkan pengetahuan, melatih kepekaan terhadap potensi dan perubahan yang ada, serta mengaplikasikan ide/gagasan dalam bentuk gerakan, kami yakin bahwa kemandirian ekonomi dapat diciptakan.
Penulis : Mustika Edi Santoso (Seketaris GenPI Lampung dan Pengegrak Payungi University)


