GenPI Lampung – Pemberdayaan dalam jangka panjang terus mengajak semua orang berkorban. Mereka terus menyadari, bahwa dengan bersatu akan banyak gerakan kreatif dan inovatif tumbuh. Awalnya akan membangun pasar kreatif Pak Minak Terbanggi Besar, tapi sangat mungkin kemudian hari akan panen hal-hal unik lainnya. Para penggerak bisa dapat pemasukan dari parkir, atraksi flying fox, panahan, mancing ikan, mewarnai, member makan monyet, kelinci, musik mendapat apresiasi pengunjung, dan masih banyak lagi efek ekonomi yang didapatkan. Semua pendapatan wajib ada pengeluaran untuk sedekah dan kas Pak Minak.
Namun yang paling penting bukan ekonomi. Masyarakat akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggungjawab, menjaga keamanan dengan baik. Terus belajar mendengar dengan baik dan menghargai setiap ide pengembangan. Kalau sampai tidak ada keamanan maka gerakan ini dapat bubar dengan sekejap, harga kuliner dan parkir juga jangan membuat pengunjung kecewa bahkan kapok untuk datang lagi. Semua harus 1 kepemimpinan dan tidak ada pihak luar dibiarkan merusak atas apa yang telah dimulai.
Penting lagi media sosial harus dikerjakan setiap hari. Gerakan tanpa media nothing, bahwa apapun harus dikabarkan di media Instagram, Facebook, youtube dan pemberitaan. Pembagian kerja gotong royong harus mandiri disadari warga pedagang. Tidak ada toleransi bagi yang tidak mau bersih-bersih, semua wajib bersih-bersih, menata lokasi dengan menanam rumput hijau, mengecat lokasi supaya cantik, menanam bunga agar indah dan lain sebagainya. Memperbanyak tempat yang teduh dan kursi meja yang nyaman untuk sarapan pagi. Pak Minak harus menjadi contoh baik bagi gotong royong pemberdayaan ekonomi khususnya di Lampung Tengah. Tradisi Sakai Sambayan sudah nenek moyang lakukan jauh sebelum negara ini dilahirkan, dan kita semua punya tanggungjawab membangkitkan kemudian merawatnya. 🙏🙏🙏
Penulis : Dharma Setyawan (Pembina GenPI Lampung)


