GenPI Lampung –Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu modal utama dalam menciptakan ekosistem pariwisata. Pasalnya, ide-ide dan gerakan manusialah yang akan menggerakkan modal-modal lainnya untuk mendukung tumbuhnya sebuah destinasi wisata. Dalam hal ini, ketersediaan SDM yang mumpuni sangat dibutuhkan dan juga perlu ditumbuhkan untuk memperbanyak penggerak wisata.
Ketersediaan SDM inilah yang saat ini menjadi problem mendasar dalam menumbuhkan sektor pariwisata. Sehingga mengakibatkan potensi-potensi wisata yang ada tidak dapat digarap dan dioptimalkan perannya secara maksimal. Disamping tidak adanya penggerak yang mampu menggerakkan modal-modal penting lainnya seperti partisipasi masyarakat dan ketersediaan finansial.
Minimnya SDM penggerak wisata, sangat berkaitan erat dengan transfer pengetahuan yang tidak berjalan dengan baik. Sebab, hadirnya keterbatasan terhadap akses pendidikan telah menciptakan jurang kesenangan pengetahuan. Selain itu, kurangnya inisiatif untuk menghadirkan ruang-ruang belajar maupun diskusi juga menjadi salah satu faktor yang kerap luput disadari oleh masyarakat.
Menurut James J. Spillane dalam buku “Pariwisata Indonesia: Siasat Ekonomi dan Rekayasa Kebudayaan” yang diterbitkan oleh Kanisius bahwa salah satu masalah dalam mengembangkan pariwisata adalah tidak tersedianya fasilitas yang cukup untuk menunjang pendidikan pariwisata. Fasilitas tersebut tidak sebatas hanya menghadirkan jurusan pariwisata di SMK atau kampus, namun juga tersedia berbagai ruang belajar maupun diskusi yang mampu dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Sehingga, SDM yang diharapkan dapat tumbuh hingga akar rumput.
Peran pendidikan pariwisata dalam menciptakan para SDM penggerak wisata sejalan dengan semangat dalam menciptakan ekosistem pariwisata. Pasalnya, hal paling utama dalam membangun ekosistem wisata adalah ketersediaan SDM penggeraknya. Oleh sebab itu, investasi SDM melalui pendidikan pariwisata menjadi langkah awal yang harus dilakukan. Hadirnya SDM yang punya pengetahuan cukup dan kemauan untuk bergerak menjadi nilai tambah sekaligus tolak ukur keberhasilan dalam membangun ekosistem ini.
Investasi SDM penggerak wisata menjadi langkah kongkrit dalam menumbuhkan potensi-potensi wisata yang ada. Ketersediaan fasilitas pendidikan pariwisata, baik berupa sekolah, ruang belajar maupun diskusi yang mudah diakses dan ramah bagi masyarakat menjadi tugas bersama, antara pemerintah, akademis maupun komunitas. Semua bisa bergerak sesuai dengan kemampuannya masing-masing, dengan tetap pada satu tujuan yaitu menciptakan SDM penggerak yang mampu membangun ekosistem pariwisata dengan optimistis.
Penulis : Mustika Edi Santosa (Seketaris GenPI Lampung)


